Tags

, , , ,

Title : A Star In My Heart

Author : Ikha Puspita Shari (@ikha_taemints)

Genre : romance, sad

Main cast : – Kim Ki bum (Key SHINee)

– Lee Ji Eun (IU) a.k.a You

Lee Ji Eun POV

Aku menoleh ke arah luar jendela. Kota seoul saat ini sedang basah, hujan deras menggguyur di kota seoul. Saat ini aku hanya menoleh ke arah luar jendela memikirkan sesuatu.

Cahaya selepas hujan yang masuk melalui jendela terasa hangat menerpa wajahnya yang kini basah…

Melalui mata yang tenggelam oleh air mata, aku melangkah ke depan jendela… menatap jatuhan kelopak bunga yang mekar di musim semi. Angin yang membawanya menari turun, memberi kehidupan pada sungai di bawahnya. Kemanakah sungai itu akan membawanya?

Sama halnya dengan diriku yang entah akan pergi ke mana?

suara tempat tidur yang sedikit tergoyang menandakan bahwa namjachinguku sudah terbangun. Kulihat sebentar ke arahnya, ia sedang berusaha bangun dan menyandarkan tubuhnya.

“kau sudah lama terbangun?” tanya ki bum namjachinguku. Aku diam tanpa merespon pertanyaannya. Dia mendekat dan memelukku dari belakang, tapi aku segera melepaskan pelukannya.

“kau masih marah? Ayolah, ini hanya salah paham. Aku tidak melakukan apapun. Dia hanya memintaku untuk bertemu” ki bum merayuku dan menjelaskan kembali tentang perdebatan kami semalam yang belum selesai hingga saat ini.

“sudahlah ! kau tahu aku benci hal sperti ini bukan? Kau sama sekali tidak menghargaiku. Katakan bahwa kau sudah tidak mencintaiku lagi. Jangan lakukan hal ini padaku. Kau tahu bagaimana aku mencintaimu bukan? Lalu mengapa kau membuat hatiku hancur seperti ini?” amarahku masih saja tersimpan, ki bum saling berhubungan di telepon dengan mantan kekasihnya tanpa sepengetahuanku. Bagaimana mungkin aku tidak cemburu akan hal itu

“lalu bagaimana denganmu? Kau bahkan pernah dekat bersama namja lain tanpa sepengetahuanku!” kali ini ki bum juga terbawa suasana. kurasa Perdebatan semalam akan berlanjut.

“kau sedang mencoba mencari alasan untuk membela diri sekarang? Hahh?”

“aku hanya berkata apa yang sebenarnya terjadi!”

“apakah saat ini kau mencoba membalas perlakuanku dulu padamu?!!”

“untuk apa? Untuk apa aku membalasmu?! Kau tahu? Aku lelah padamu! Kau selalu membuat hal kecil menjadi masalah besar dalam hubungan kita!! Pergilah! Lakukan apa yang kau mau!” ki bum benar-benar sangat marah kali ini. Aku yang juga masih dalam keadaan diluar kendali tidak bisa menahan diri.

“baiklah!! Aku sudah tau. Kau memang sudah tidak mencintaiku lagi! Kenapa kau tidak mengatakan ini dari dulu!! Kita berakhir!!!” kataku dan kemudian ki bum pergi meninggalkan apartemenku.

semenjak perdebatan hebat itu. Aku dan ki bum akhirnya mengakhiri hubungan kami. Aku memilih keluar negeri agar dapat melupakannya.

42 month later

aku membuka jendela menuju teras apartemenku, tak ada pemandangan sungai kecil yang dulu selalu terbingkai oleh jendela kecilnya di tempat dulu ketika ki bum bersamaku.

Malam ini hujan musim semi.

aku teringat pada peristiwa beberapa tahun lalu tentang bagaimana aku menangis dengan menggenggam sebuah apel di tanganku, memikirkan rasa manis yang pernah aku lalui bersama kekasihku.

Apakah ini drama haru dan airmata?

Perasaannya selama 42 bulan ini belum sirna, saat beberapa tahun lalu aku mencuri waktu meninggalkan Rusia untuk melangkah ke tempat di mana aku meninggalkan bagian kecil hatiku yang rusak, aku hanya bisa menatapnya di kejauhan

aku bohong besar jika saat ke kembali ke korea aku tidak mempunyai perasaan ingin berjumpa pada mantan kekasihku. Selama 42 bulan berakhirnya hubungan kami, aku benar-benar tidak bisa mencintai namja lain.

Aku menyesal dengan perdebatan yang kami lakukan beberapa tahun lalu, kenapa saat itu aku harus terbawa emosiku? Seharusnya aku mendengarkannnya dan mengalah padanya. Banyak pertanyaan karena penyesalan yang menyelubungi pikiran dan hatiku akan hal itu.

aku memandangi sebuah bingkai foto di atas meja, sebuah senyum sepasang kekasih yang sangat bahagia terlihat di balik bingkai itu. Aku mengambilnya ‘ki bum-ah,,, masihkah kau mengingatku? Aku tidak bisa melupakanmu? Aku sudah kembali ke korea sekarang. Kau tahu apa yg ku inginkan? Aku ingin bertemu denganmu. Tapi mungkin saat ini kau sudah hidup berbahagia bersama yeoja lain’ batinku. Aku meletakkan bingkai foto itu di dadaku, seakan aku sedang memelukknya. Ku menundukkan wajahku berusaha menahan sakit yang sedang ku alami selama 42 bulan ini

******

Kakiku melangkah dengan ringan di terotoar kota, memakai rok mini, tas kecil, sepatu boots panjang, juga mantel yang tebal dan panjang hingga hampir menutupi rok yang aku kenakan. Menghirup dan menikmati setiap hembusan angin yang sangat sejuk. Hingga langkahku terhenti di depan sebuah cafe ice cream. Aku kembali teringat ketika aku bersama ki bum selalu datang ke tempat ini, aku sangat menyukai ice cream di cafe ini. Ki bum bahkan selalu membawakan aku ice cream setiap hari.

aku kembali melangkahkan kakiku, menuju sebuah taman. tiba-tiba langkahku terhenti, kulihat namja yang berjarak sekitar  5 meter dariku juga terdiam di tempatnya sedang berdiri saat ini. Kami saling memandangi satu sama lain dengan waktu yang sedikit lama.

Duduk di kursi taman itu yang berada di bawah pohon bersama namja tadi. Aku benar-benar tidak percaya ini adalah suatu kebetulan.

“kau sudah lama berada di sini?” tanya namja itu yang tidak lain adalah kim ki bum mantan kekasihku

“baru sekitar 2 minggu” jawabku canggung. Aku benar-benar tidak dapat berkata-kata karena bahagia bertemu dengannya.

“bagaimana di rusia? Apakah itu menyenangkan?” tanya ki bum, ku lihat ia tersenyum manis padaku. Senyuman itu, itu sungguh membuat hatiku berdebar sangat kencang.

“hhmmpp,,, aku hanya mencoba menikmati setiap waktu yang aku lalui disana” aku dan ki bum berbincang-bincang tentang banyak hal.kami juga sedikit sudah tidak canggung lagi.

“apa kau memiliki kekasih sekarang?” pertanyaan ki bum membuatku shock, apa yang membuatnya langsung bertanya seperti itu. Aku menggelengkan kepalaku dan kembali bertanya padanya “bagaimana denganmu?”

ki bum terdiam sejenak, kami saling memandang satu sama lain, ia diam, ia masih terus diam, jika ia tidak menjawabku, ini berarti bahwa dia menjawab dia sudah memiliki kekeasih.

“ji eun ah” ki bum memanggilku yang dari tadi sudah menatap ke arahnya, nadanya terdengar pelan dan serius.”selama 3 tahun lebih ini, kau tahu apa yang kulakukan dan kurasakan ketika kau pergi jauh dari pandanganku? Aku adalah seorang namja. Tapi aku selalu meneteskan air mata ketika aku mengingatmu dan merindukanmu. Apa yang harus kulakukan? Kau terlalu jauh. Setiap aku terbangun di pagi hari, aku hanya melihat kalender dikamarku. Berharap waktu cepat berlalu dan membawaku bertemu denganmu. Aku ingin memulai hidup baru untuk melupakanmu, sama sepertimu yang ingin melupakanku dengan pergi kerusia.tapi itu sama sekai tidak berhasil, aku dekat dengan beberapa yeoja dalam setahun, tapi hatiku tertutup. Sepertinya ia tidak membiarkan orang lain masuk kedalamnya. Hingga akhirnya aku berhenti dan terus menunggumu. Kau tahu bagaimana aku menahan sakit  karena merindukanmu? Aku bahkan terkadang tidak kuat merasakannya” kata ki bum tulus padaku. Matanya telihat mulai berkaca-kaca. Aku mengeggam tangannya yang kosong

“aku juga sakit karena jauh denganmu. Aku berusaha melupakanmu dengan pergi kerusia. Tapi memory tentang kita. Itu terlalu kuat di dalam hatiku. Ia menguasaiku, apapun yang ku lakukan kau selalu ada dlam pikiranku, kau seperti nafasku. Aku akan mati jika aku melupakanmu. Beberapa tahun menahan sakit karena merindukanmu, beraktifitas bersama bayang-bayangmu. Itu benar-benar membuatku menderita. Aku…………” belum selesai aku berbicara, ki bum segera menarikku dan memelukku. Pundakku terasa basah. Ia memelukku semakin erat, tubuhnya tergerak seperti orang yang sedang cegukan menahan suara tangisnya.

“kembali padaku. Kumohon. Aku benar-benar mencintaimu. Bahkan jika kau menyuruhku untuk berlutut, itu akan kulakukan asalkan kau kembali padaku.” Kata ki bum di tengah isak tangisnya. Air mataku sudah tidak bisa untuk ku bendung, ini terlalu manis, air mataku keluar membanjiri pipiku. Aku menangis bukan karena aku tersakiti, ini karena aku bahagia. akuperlahan melingkarkan tanganku di tubuh ki bum dan memeluknya dengan erat, tangisanku semakin menjadi-jadi.kememejamkan mataku merasakan kehangatan dipelukan namja yang sangat aku cintai ini.

******

2 minggu semenjak kami kembali menjalin hubungan. Kami berjanji untuk tidak menyakiti satu sama lain dan tidak akan membuat kami terpisah. Dia datang ke apartemenku setiap hari, aku  selalu membuat makanan di waktu jam makan dan kami makan bersama. Kami sering berbincang dan tertawa bersama, seperti yang sering dia lakukan dulu, dia sangat senang menggelitiki pinggangku dan membuatku tertawa lepas menahan geli juga berusaha melepaskan tangannya yang menggelitiki pinggangku.

suatu hari kami pergi kesebuah tempat untuk bersenang-senang.

“kau ingin bermain roller coaster?” ajak ki bum

“ani.. aku takut” jawabku menggeleng dengan cepat. Ki bum menggenggam tangaku erat dan berkata “ada aku” ia tersenyum sangat manis, aku kembali tersenyum dan kamipun pergi bermain permainan itu. Ia terus menggenggam tanganku. Aku dan ki bum teriak hampir bersamaan di setiap kami berada di roller coaster itu.

kami kemudian pergi ketempat sebuah aksessoris. Aku memasangkan sebuah handbands lucu yang memiliki telinga kelinci padanya, ia melepaskan hairband itu dan menggelengkan kepalanya bertanda ia tidak mau, dia lucu dengan ekspresi seperti itu, tapi aku memaksanya memasang hairbands itu dan kamipun sama-sama memakai hairbands.

kemudian kami pergi ke tempat ice cream dan membeli dua ice cream, kami menyantap ice cream itu tanpa ki bum melepas genggaman tangannya padaku.

“aahhh,, ice creamku” seruku pelan melihat ice creamku yang kini sudah berada di tanah.

“ya! Ya! Pabo yeoja. Mengapa kau menjatuhkannya?” ejek ki bum. Aku memanyunkan bibirku.

“aku tidak menjatuhkannya” ki bum kemudian mencubit hidungku. “aaaaaa,, Appo!!” seruku

“ini ambillah” kata ki bum tersenyum sambil menyodorkan ice creamnya padaku. Aku tersenyum dan kami menyantap ice cream itu bersama-sama. Kami juga pergi kesebuah kolam air mancur kecil. Ia membasahiku dengan memercikkan air dikolam itu padaku, akhirnya kamipun perang air di sertai tawa bahagia kami.

****

Hari-hariku benar-benar baik ketika kembali bersamanya.

dddrrtt,,,, ddrrtt,, ddrrtt,,, ponselku berbunyi, aku segera menekan tombol hijau dilayar ponsel itu

“kau bebas malam ini?” tanya ki bum dari seberang sana to the point

“hhmm.. ne. Ada apa?”

“ayo kita kepantai”

“baiklah, jam berapa kau datang”

“aku akan menjemputmu jam 7. Kau harus berdandan cantik yeobo. Annyeong” kata ki bum dan langsung memutuskan perakapan kami. Yeobo??? Apa yang baru saja dia katakan. Aku tertawa kecil dalam hati. Namja aneh. Ckckckckkk

malampun tiba. Aku berdandan secantik mungkin,

iapun datang ke apartemenku.

“omo! Omo! Aku belum pernah melihatmu secantik ini” kata ki bum mengejekku.

“cchh,,, kau berlebihan, kajja” kataku

kami kemudian pergi di sebuah pantai, sesampainya di sana ia menutup mataku dengan kedua tangannya dan mengarahkan jalanku.

“apa ini? Mengapa kau harus menutup mataku?” tanyaku heran

“diamlah, kita hampir sampai, kau hanya perlu mengikutiku. arrachi?”

kami terhenti. Perlahan ki bum melepaskan tangannya yang menutup mataku. Aku perlahan membuka mataku dan ketika aku melihat apa yang berada di depanku, itu benar-benar membuatku terkejut. Dia membuat sebuah dinner romantis, pohon-pohon bersinar warna-warni karena lampu yang memenuhi pohon-pohon itu, ia melingkari lilin menjadi berbentuk LOVE di sekitar meja dinner kami, dia juga mengukir namaku dan namanya dengan lilin-lilin itu. Ki bum yang berada di belakangku langsung memelukku dari belakang

“apa kau menyukainya?”  tanya ki bum

“aku sangat menyukainya” jawabku gembira. Dia kemudian mengajakku menyantap makanan di meja itu. Beberapa lama kemudian. Kami berjalan di pinggiran pantai itu, saling menggenggam tangan, suasana sngat romantis. Bintang bertaburan sangat banyak dilangit, suara ombak yang datang secara bergantian terdengar begitu merdu. Kami menikmati suasana di setiap langkah kami. Tiba-tiba langkahku terhenti karena ki bum juga berhenti

“ada apa? Kenapa kau berhenti? Apa kau sudah bosan terus berjalan disini? Kalau begitu, mari kita ketempat lain” kataku tersenyum pada ki bum, ku lihat ki bum mengambil sesuatu dari kantong saku celananya.

ia kemudian turun dan membentuk tubuhnya menjadi setengah berdiri. Ia menaikkan tangannya ke atas dan menyodorkan sebuah kotak kecil padaku.

“maukah kau menikah denganku” tanya ki bum sangat tulus menaikkan wajahnya untuk menatapku. Aku benar-benar terkejut bahagia. senyum mengembang diwajahku. Akupun mengambil kotak itu yang berarti ‘iya’ ki bum kemudian berdiri dan mengambil cincin didalam kotak kecil yang aku pegang, ia memasangkan cincin itu di jari manisku, dan kemudian mencium keningku.

“saat ini, aku bahkan lebih bahagia dibanding siapapun” kata ki bum dengan senyumannya dan menatapku. Akupun membalas senyumannya

“ini adalah berarti kita tidak akan berpisah lagi bukan? Jika iya, aku sangat bahagia saat ini” kataku, kamipun saling berpelukan.

”Berjanjilah jangan pernah pergi lagi. Tetaplah di sampingku” kataku karena takut kehilangan ki bum lagi.

“sebelum kau berkata tentang ini sekarang. Sebelumnya, aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi dariku” ki bum memelukku semakin erat. Angin dingin yang berhembus saat itu tidak kurasakan sama skali. Aku terpaku dlam hangatnya berada di pelukan kekasih yang sangat aku cintai ini.

malam itu sungguh sangat berharga bagiku. Moment yang ki bum berikan padaku itu tidak akan dapat aku lupakan. Ki bum-ah,, gomawo, jeongmal gomawo. Kau hadir dalam kehidupanku dan membuatku hidup bahagia seperti ini. Aku berjanji akan membahagiakanmu sebisaku mungkin. Aku tidak akan mengecewakanmu.

******

3 month later

keluargaku bersama keluarga ki bum telah mengadakan pertemuan dan menggelar acara pertunangan. Saat ini mereka sedang membicarakan tentang acara pernikahan kami yang akan dilangsungkan 2 minggu lagi.  Hari bahagia itu semakin dekat aku dan ki bum sudah sangat tidak sabar ingin memiliki secara utuh satu sama lain, sehingga kami dapat hidup bahagia selamanya.

“aku sangat bahagia hari itu segera datang.” Kata kibum yang memelukku dari belakang ketika kami sedang asik bersantai di balkon apartemenku. Aku menyandarkan punggungku pada tubuh ki bum yang memelukku dari belakang.

“aku juga. Ini adalah hari yang sudah lama aku nantikan. Kita akan hidup bersama dalam suatu ikatan yang sah. Aku akan memilikimu seutuhnya, begitupun denganmu. Aku sangat bahagia” kataku dan ki bum tersenyum

“ya! Coba lihat, bintang itu sangat terang” kata ki bum menunjuk ke arah langit

“mmm” aku menganggung cepat “dia yang paling terang di antara semua bintang dilangit saat ini” lanjutku

“seseorang pernah berkata padaku jika ada jiwa yang sudah pergi meninggalkan dunia ini, dia akan menjadi bagian dari bintang-bintang dilangit. dan jika kau merindukannya atau ingin bertemu dengannya. Kau hanya perlu melihat ke arah langit seperti saat ini, dan temukan bintang paling terang di langit. Itu adalah dia, orang yang kau rindukan itu” jelas ki bum.

“jinjja?? Aku baru tahu kalau ada hal seperti ini”

“pabo!! Darimana saja kau? Ini adalah hal umum di masyarakat”

“bohong!!” kataku mengejek ki bum.

‘kau mengejekku saat ini?” Ki bum tersenyum evil dan menggelitikan pinggangku. Spontan aku tertawa karena geli.

“ya! Ya! Ya! Geli, hahahaa lepaskan aku!” seruku di tengah-tengah tawaku. Ki bum terus menggelitikku

****

Tidak terasa seminggu lagi aku akan segera menaiki pelaminan bersama  kekasihku.

malam itu waktu menunjukkan pukul 10 malam, rintikkan air hujan mengetuk-ngetuk jendela apartemenku. Aku beranjak ke tempat tidur, mengambil bingkai foto yang berada dekat dengan tempat tidurku. Tersenyum pada foto itu ‘ apa kau sudah tidur? Aku akan segera tidur. Ini aneh, aku benar-benar selalu merindukanmu setiap saat, bahkan saat ini aku sangat ingin bertemu denganmu. Ckckckkk. Baiklah, aku harus tidur sekarang, semoga mimpimu indah’ kataku kemudian membelai foto di balik bingkai foto itu. aku menarik selimut dan memulai perjalanan menuju mimpiku. Beberapa saat kemudian akupun terlelap.

Ting nung, ting nung, ting nung,

aku terbangun mendengar suara bel apartemenku. Aku menoleh ke arah jam dinding jam menunjukkan pukul 02.23 pagi

ahh,, siapa yang datang di jam seperti ini? Aku beranjak meninggalkan tempat tidurku munuju pintu apartemenku. Ketika aku membukanya sesosok pria berada dibalik pintu itu. Ia terlihat pucat meskipun ia tersenyum.

“ki bum-ah??” tanyaku heran “ini jam 2 pagi, ada apa kau datang sepagi ini?” lanjutku. Ku lihat ki bum tersenyum

“aku merindukanmu” katanya. Aku tertawa kecil.

“apakah kau sangat merindukanku hingga kau datang sepagi ini? Ayo masuk” aku mempersilahkan ki bum masuk. Dan membuatkan dia secangkir coklat panas. Kami kemudian duduk di sofa

“ji eun-ah,,, kau benar-benar mencintaiku bukan?” tanya ki bum setelah meminum sedikit coklat panas itu.

“apa maksudmu? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Tentu saja. Aku sangat mencintaimu”

“aku senang mendengarnya. Berjanjilah sampai kapanpun perasaanmu tidak akan sirna walaupun kau tidak bersamaku” perkataan ki bum membuatku bingung, aku terdiam sejenak mencoba mengerti apa yang dia maksud. Tapi aku benar-benar tidak mengerti sedikitpun mengapa ia menjadi seperti ini.

“apa maksudmu? Kita akan segera menikah, mengapa kau berkata seolah-olah kau akan pergi lagi dariku?” tanyaku penasaran juga disertai rasa takut kehilangannya lagi. Dia tersenyum dan membelai rambutku

“tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin memastikan  bahwa hatimu benar-benar untukku.” Jawab ki bum dan ia mencium keningku, aku menggenggam tangan ki bum.

“tanganmu dingin. Apakah kau kedinginan ketika datang kemari?” ki bum mengangguk dan berkata “jam 2 pagi seperti ini, suasana kota seoul sangat dingin”

“ji eun-ah,,,,” ki bum memanggilku pelan “hiduplah dengan baik, kau harus menjaga pola makanmu seperti saat ini. Tersenyumlah seperti saat ini. Ketika kau tersenyum itu membuatku bahagia, tapi ketika kau sedang bersedih hatiku terasa sakit, teruslah tersenyum. arrachi?” lanjut ki bum, aku benar-benar dilanda kebingungan. Ki bum seperti orang mabuk yang tidak sadar dan berbicara secara acak tapi tidak ada bau alkohol sama sekali di dirinya.

“ki bum-ah,,, ada apa denganmu? Kau berkata hal-hal aneh yang membuatku bingung dari tadi” ki bum hanya diam sambil tersenyum dengan wajahnya yang pucat menatapku

“saranghae ji eun ah,, jeongmal saranghae” kibum memelukku. Aku pun membalas pelukan ki bum

“na ddo sarenghae ki bum-ah” jawabku. Tubuh ki bum benar-benar dingin saat ini.

beberapa saat kemudian ki bum pamit untuk pulang padaku. Aku mengantarnya hingga depan pintu lift dilantai apartemenku.

“jaga dirmu baik-baik” kata ki bum mengacak halus rambutku

ketika pintu lift terbuka, ia masuk dan melambaikan tangan padaku, akupun membalas lambaian tangannya hingga ia menghilang dibalik pintu lift yang sudah tertutup rapat.

Aku kemudian kembali keapartemenku dan menuju tempat tidur, kembali menarik selimut menutupi tubuhku dan memejamkan mataku. Tiba-tiba

ddrrrtt,,, ddrrtt,,, ddrrtt,,,,

ponselku berdering. Itu adalah ibu ki bum. Dia pasti khawatir mencari anaknya yang sedang tidak dirumah jam segini. Aku menekan tombol hijau dilayar ponsel,

“ji eun-ah” ibu ki bum menyebut namaku dengan isakan tangisnya. Raut wajahku brubah. Mengapa ibu ki bum menangis?

“ji eun-ah,,,, ki bum,, ki bum,, ki bum mengalami kecelakaan” mataku membelak, dan segera menutup mulutku dengan tanganku karena terkejut.

“dimana? Dimana ki bum sekarang? Kenapa? Kenapa bisa terjadi?” pekikku yang tidak peraya akan hal itu

“tadi malam sekitar jam 11 dia pergi untuk membeli sesuatu, dan dia mengalami kecelakaan” mulutku tidak dapat berkata mendengar apa yang dibicarakan ibu ki bum. Jam 11 malam? Dia bahkan baru saja bersamaku. Bagaimana mungkin ini terjadi?

aku melepaskan ponselku dan berlari menuju ruang tamu, melihat cangkir yang berisi coklat hangat yang kini sisa setengah cangkir karena ki bum tadi meminumnya. Aku semakin bingung tidak percaya, aku segera mengambil mantel dan pergi kerumah sakit memastikan apa yang dikatakan ibu ki bum. Aku melangkahkan kakiku di lorong rumah sakit itu, melihat beberapa keluarga ki bum mengelilingi tempat tidur yang mungkin itu benar-benar ki bum. Aku melangkah pelan dan ketika aku semakin dekat melihat siapa yang berada di tempat tidur itu. Aku langsung menutup mulutku erat-erat dengan kedua tanganku karena terkejut melihat itu, akupun langsung memeluk kibum yang saat ini sudah tidak bernafas lagi.

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,!!!” aku berteriak dengan kencang. Aku menggoyangkan tubuh kibum dengan cepat

“ki bum-ah,, bangun, ki bum-ah!!!! Jebal !! jangan seperti ini.!” Kataku histeris smbil menangis, tangisannku sangat menjadi-jadi.

“ki bum-ah,, kita akan menikah, kumohon bangunlah!”

“ki bum-ah,, jangan tinggalkan aku lagi!!!!” aku terus menggoyang-goyangkan tubuh ki bum, berharap ia akan bangun. Tapi itu sangat tidak mungkin. Aku histeris. Sangat histeris. Aku bahkan merasa depresi dengan kenyataan itu.  Keluarga ki bum menarik tubuhku menjauh dari ki bum, tapi aku memberontak. Hingga akhirnya aku lelah menangis dan memberontak menuruti mereka.

jonghyun, salah satu kakak sepupuh ki bum menenangkanku ketika aku berada di luar ruangan.

“tenanglah,, aku tahu ini berat untukmu, tapi kau harus menerima kenyataan bahwa ki bum sudah pergi. Ku mohon tenanglah.” Ucap jonghyun menenangkanku. Aku terdiam dalam pikiranku sendiri

bagaimana mungkin? Ki bum datang ke apartemenku jam 2 pagi, tapi ia mengalami kecelakaan jam 11 malam. Kini aku mengerti apa maksud perkataan ki bum tadi yang mebuatku bingung, aku kembali teringat tentang wajah pucat ki bum, tubuh dingin ki bum bukan karena dinginnya cuaca di kota seoul, tapi karena tubuh dan jiwanya kini sudah berpisah. Airmataku tidak bisa berhenti meleleh. Ki bum-ah,, aku sudah kehilanganmu sekali, dan kali ini aku benar-benar kehilanganmu. Bagaimana aku hidup? Tidak ada suaramu lagi, tidak ada senyummu lagi, aku tidak dapat menyentuh tubuhmu lagi, tidak dapat merasakan hangatnya berada di pelukanmu lagi. semua memory kembali terekam dalam pikiranku, ketika kau melamarku di pantai malam itu, ketika beberapa tahun kita berpisah namun kita kembali bersatu, ketika kau tertawa karena melihatku yang berusaha melepaskan gelitikanmu di pinggangku. Aku merasa sangat tersiksa karena merindukanmu beberapa tahun lalu, tapi ini? ini benar-benar sangat menyakitkan. Ini 1000 kali lebih menyakitkan daripada aku merindukanmu dulu. Aku sangat bahagia karena kita akhirnya akan menikah, tapi kini?  Semua berubah, semua perasaanku yang menyenagkan berubah, pikiranku gelap, hatiku gelap, aku mencoba menerawang melihat ke masa depan. Tapi tidak bisa. Apa yang dapat kulakukan tanpamu? Tidak ada.

********

Suara ombak terdengar sangat menenangkan hatiku. Aku menutup mataku merasakan suara ombak yang berlarian menuju tepi pantai dan suasana sunyi di pantai itu. Sudah beberapa bulan sejak kepergianmu. Aku harus melakukan semuanya sendirian.

sampai saat ini, aku bahkan tidak bisa berhenti menangis. Tidak perduli sudah beberapa kali air mata ini habis, tapi hanya itu yang dapat kulakukan untuk menenangkan pikiranku.

setiap malam, aku selalu melakukan ini dimanapun, mencari bintang paling terang di langit agar aku dapat melihatmu. Yang aku sesalkan adalah mengapa bintang hanya berada dimalam hari? Aku ingin melihat di siang hari, pagi hari, juga sore hari.

aku menatap ke arah langit dan menemukan bintang paling terang diantara bintang-bintang di langit,

itu adalah kau ki bum-ah, bagaimana kabarmu hari ini? Apa kau kesepian? Atau kau sudah menemukan seorang teman disana? Kelihatannya kau memiliki banyak teman di sana, bintang sangat banyak di langit.

ki bum-ah,,, aku kesepian, aku ingin bertemu denganmu, ingin memelukku, tapi kau sangat jauh, aku tidak dapat meraihmu, aku hanya dapat melihatmu dari kejauhan. Gwaechana. Setidaknya aku dapat melihatmu. Apa kau juga melihatku? Aku yakin kau pasti sedang melihatku. Ki bum-ah,,, perasaanku padamu, ini tidak akan pernah berubah, kau sudah benar-benar tertempel secara permanen dihatiku. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu.

ki bum-ah,, aku merindukanmu. Sesaat angin berhembus padaku, angin itu seakan berkata “aku juga merindukanmu”

END

 

Annyeong ^^ Yuu eonni is back .. dan sekarang aku lagi publish ff nae lovely dongsaeng ikha .. kebetulan karena aku lg stuck buat nulis ff jd aku publish ff temen aja ..
hopefully kalian suka , maaf kalo aku jarang update.. tanpa pemberitauhan lagi hiatusnya .. tapi jujur bukan maksud aku buat hiatus .. cuma akhir2 ini otak emang ga bisa bagus semenjak yaah ada masalah ..
but i try all the best ..
HAPPY READING YAH ^^