[FF SHINee] Happiness

Annyeong chingudeul😀
sekarang aku dateng lagi dengan efef yang baru.
Mian kalo castnya masih Ontae aja, maklum aku suka mereka sie😄
oke lah, happy reading ya..
please comment and give me kritik dan saran😀

Happiness

Author : Lee Yutaem aka DianAra Taemint
Main cast : Lee Jinki aka Onew SHINee, Lee Taemin aka Taemin SHINee, Go Hyumi (OC)
Other cast : Hyumi appa, Hyumi eomma
Genre : Romance, Life, humor, sad
Leght : One shoot
Rating : PG-15

***

“Huuuuaaaaa ! Pantainya daebak! Keren! Gomawo appa, eomma..”

Seorang yeoja yang mulai beranjak remaja memeluk appa dan eomma nya. Yeoja itu senang sebab keinginannya untuk pergi ke pantai akhirnya terpenuhi. Ia sungguh bahagia hari itu. Bersenang-senang dengan orang tuanya adalah kebahagiannya. Bermain dipasir pantai, berenang hingga akhirnya yeoja kecil itu lelah. Ia tidak ingin melewati hari itu dengan percuma, karena esok mungkin saja orang tuanya tidak akan ada di sampingnya lagi seperti saat ini.

****

Secerca sinar mulai memasuki jendela kamar milik Hyumi. Yeoja itu tersenyum perlahan mengingat mimpinya akan kenangan masa kecilnya dengan kedua orang tuanya. Yeoja itu tersenyum miris mengingat bahwa sekarang orangtuanya lebih sibuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Itu karena Tuan Go baru membuka cabang perusahaan di Jerman. Sudah tentu Tuan dan Nyonya Go akan jarang di rumah dan meninggalkan putri semata wayangnya itu sendirian.

Ingin sekali Hyumi menangis mengingat akan kurangnya kasih sayang dari orang tuanya. Tapi Hyumi mencoba bersikap realistis. Ia tidak mau menjadi yeoja manja yang hanya bisa berpangku tangan. Walaupun banyak pelayan yang bekerja di rumahnya, tak ada satupun yang berani mengusik ketika Hyumi membersihkan kamar maupun memasak untuk dirinya sendiri.

Hyumi mengecek calender yang terpampang jelas di dinding kamarnya. Ia terkejut dan langsung bangun dari tempat tidurnya yang empuk itu. Sekarang adalah hari pertamanya kuliah, dan ia tidak mau terlambat di hari bersejarahnya itu. Hyumi segera menuju kamar mandi dan bersiap untuk ke kampus. Persiapannya yang ia lakukan jauh-jauh hari ada untungnya sehingga ia tidak gelagapan mencari barang-barang yang ia perlukan kesana kemari.

“Aku berangkat dulu ya eomma, appa,” sapanya pada sebuah bingkai foto yang terpampang di sudut ruang tamu apartemennya.

Apartemen, tak pernah terbesit dipikiran Hyumi akan di berikan apartemen oleh appa nya. Hyumi merasa ini berlebihan. Dulu ia hanya meminta untuk bisa diberikan kepercayaan bahwa ia hanya ingin merdeka. Tuan Go tahu bahwa sudah saatnya gadis semata wayangnya itu hidup mandiri. Tuan Go tidak mungkin terus mengurung Hyumi dirumah mewah mereka bak istana itu. Tuan Go mengerti bahwa putri nya ingin bebas. Tapi Hyumi tidak tahu bahwa tuan Go selalu mempunyai pengawasan untuk nya. Dan itu akan dimulai pada hari ini.

****

“Ya! Hyumi-ya?” teriak seseorang dari ujung lorong.

Hyumi yang merasa dipanggil segera menoleh kearah suara itu. Dilihatnya Lee Jinki atau yang lebih dikenal dengan nama bekennya Onew berjalan kearahnya bersama seorang namja yang tak kalah tampan darinya, Lee Taemin. Onew adalah sunbae Hyumi dulu pada saat Senior High School. Orang tua mereka dekat sehingga merekapun menjadi saling kenal dan dekat juga. Onew berperawakan tinggi, dengan senyumnya yang khas, dan ketika dia tersenyum matanya akan membentuk garis vertikal. Sungguh imut. Lain dengan namja yang di sebelahnya. Taemin, sepupu Onew. Namja ini lebih mengarah ke namja cantik, bahkan jika Taemin wanita mungkin saja ia lebih cantik dari Hyumi.

“Annyeong,” sapa Hyumi.

“Annyeong,” balas Onew.

Taemin yang sedari tadi hanya diam kemudian menarik tangan Hyumi.

“Hyumi-ya, kita satu kelas kan? Kajja kita tinggalkan hyung ku yang gila ini.” ajak Taemin pada Hyumi.

Yeoja itu hanya bisa menggeleng melihat tingkah sahabatnya yang satu ini. Sesekali ia melirik kearah Onew yang sedari tadi mematung akibat ulah Taemin. Hyumi hanya bisa terkekeh melihat kejadian yang dialaminya pagi ini.

Tanpa terasa hari pertama kuliah berakhir dengan cepat. Hyumi pun segera menarik Taemin untuk mencari Onew. Karena Hyumi ingin mengajak kedua sahabatnya itu berkeliling kampus. Taemin menolak karena dia ada urusan mendadak. Sehingga tidak ada jalan lain Hyumi harus mencari Onew sendiri di keramaian kampus.

“Onew-ssi,” panggil Hyumi ketika ia bertemu dengan Onew.

SUngguh melelahkan mencari Onew di kampus yang seluas ini. Ia tidak jadi meminta untuk Onew mengantarnya berkeliling karena sendiripun ia sudah mengenal hampir sebagian isi kampusnya itu.

“Ne, wae Hyumi-ya? Aiss bisa tidak kau memanggilku tanpa embel-embel ‘ssi’?” jawab Onew kesal.

“Ne, oppa…” Hyumi pasrah karena kalau tidak ia turuti Onew akan marah.

“Ada perlu apa?” tanya Onew ketus.

‘Aigo, ternyata ia marah.’ Batin Hyumi. Onew memang lebih dewasa dari Hyumi tapi kelakuannya masih seperti anak kecil. Itu yang membuat Hyumi menyukai namja yang berada di depannya. Kadang ia bisa bersikap dewasa namun kadang sifat kekanak-kanakannya bisa keluar juga seperti sekarang.

“Aigo, oppa jangan marah seperti ini. Kajja kita membeli ayam…” ajak Hyumi.

Seketika mata Onew berbinar-binar setelah Hyumi menyebut nama ayam. Onew langsung menarik Hyumi ke restoran langganan Onew. Hyumi hanya bisa terkekeh melihat kelakuan oppa nya ini. Hyumi sudah menganggap Onew seperti saudara kandungnya. Onew dan Taemin sama berharganya karena merekalah hidup Hyumi menjadi ceria.

Akhirnya sampai juga di restaurant langganan Onew, Onew dengan segera memesan ayam crispy kesukaannya. Hyumi hanya bisa menggeleng dan terkekeh pelan melihat kelakuan oppa-nya yang satu ini.

Dengan menenteng 2 bungkus ayam. Onew melenggang dengan mudah keluar restoran. Meninggalkan Hyumi yang terbengong-bengong. Bayangkan saja, Onew sudah memakan 2 bucket ayam sekarang ia memesan 2 bungkus untuk di bawa pulang. Onew sungguh sadis, membiarkan Hyumi membayar apa yang telah ia makan.

“Gomawo Hyumi-ya atas traktirannya,” ucap Onew dengan senyum khasnya sambil mengelus kepala Hyumi perlahan.

Hyumi yang sedari tadi hanya diam akhirnya bisa tersenyum akan tingkah laku Onew ini.

“Ne, cheonma oppa. Kau membuatku kehabisan uang jajan untuk satu bulan kedepan,” jawab Hyumi sambil cemberut.

“Jinja? Baiklah akan aku ganti,” seketika Onew mengambil dompetnya.

“Aissh, oppa kau tidak perlu seperti itu. Kau kira aku akan mati kelaparan seperti kau tadi?” tolak Hyumi sambil bercanda.

Onew dan Hyumi akhirnya tertawa bersama. Mereka tidak sadar ada sepasang mata yang iri melihat kedekatan mereka.

****

Taemin memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar apartemen miliknya dan Onew, ya mereka tinggal satu rumah. Sama seperti Hyumi, Taemin dan Onew memiliki keluarga yang super sibuk. Sehingga mereka memutuskan untuk membeli apartement untuk ditinggali. Letak apartement mereka tak jauh dari apartement milik Hyumi. Sehingga tidak sengaja namja itu melihat sosok Hyumi sedang duduk santai di salah satu bangku taman. Hyumi terlihat asik dengan buku tebal yang ada di tangannya. Taemin hendak menyapa Hyumi tapi ia mengurungkan niatnya ketika Onew, hyung-nya mulai menghampiri yeoja itu dengan es krim rasa vanila kesukaan Hyumi.

Taemin yang melihat itu hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia geram melihat kedekatan Hyumi dan Onew. Ia tidak bisa melakukan apa-apa. Dianggap menjadi sahabat oleh Hyumi saja sudah cukup baginya. Cemburu. Itu yang ia rasakan, Taemin memang sudah menyukai Hyumi sejak mereka bertemu pertama kali di rumah Onew. Ia juga tau bahwa Hyumi sudah di jodohkan dengan Onew oleh orang tuanya masing-masing. Lebih baik Taemin kembali ke apartemen saja daripada melihat pemandangan yang ada di depannya yang semakin membuatnya sakit hati.

“Taemin-ah, kemari.” suruh Onew ketika tidak sengaja matanya melihat sosok dongsaeng kesayangannya itu.

“Ahh Taemin, ayo kemari… Palli, ” seru Hyumi sambil mengerak-gerakkan tangannya menyuruh Taemin bergabung bersamanya.

Taeminpun tidak ada pilihan. Ia segera menghampiri Onew dan Hyumi. Ingin sekali ia berteriak untuk meluapkan rasa cemburunya. Namun entah kenapa bibirnya seperti tercekat. Tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku dari Hyumi dan Onew.

“Taemin-ah, gwenchana? Kau terlihat pucat..” kata Hyumi khawatir.

“Anni… Gwenchana, aku baik-baik saja Hyumi…” jawab Taemin cepat.

“Lebih baik kita pulang saja, Taemin, Oppa… Kurasa sekarang sudah semakin dingin,” ajak Hyumi. ” Taemin-ah kau harus minum obat ya? Arasso?” suruh Hyumi pada Taemin.

“Ne, eomma…” goda Taemin sambil terkekeh melihat kelakuan Hyumi. Hyumi menjitak pelan kepala Taemin karena kejahilannya. Onew hanya bisa tertawa melihat kejadian yang ada di depannya.

****

“Kurasa hari itu datang akan semakin cepat. Dan kau akan segera menjadi Nyonya Lee,” kata seseorang.

“Tapi appa, aku baru saja masuk kuliah. Aku tidak mau menikah muda.” tolak gadis itu yang tak lain adalah Hyumi.

“Hyumi-ya ini untuk kelangsungan perusahaan kita. 30% saham di perusahaan kita milik Lee Corporation. Jika kita tidak cepat mungkin saja Jinki akan di jodohkan dengan yeoja dari keluarga terpandang lainnya. ” bentak Tuan Go.

“Hyumi dengarkan appa mu nak? Apa kau ingin kita hidup melarat?” pinta eomma nya.

Hyumi hanya bisa menggigit bibirnya. Tidak tau harus bagaimana. Di satu sisi ia menyukai Onew, tapi perasaannya itu masih ragu apakah rasa suka cinta atau hanya suka dalam arti keluarga. Sedangkan Hyumi sangat mencintai keluarganya, ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Tapi bukan ini yang ia inginkan. Hyumi tidak ingin ada perjodohan. Ia ingin cinta itu tulus datang dari hati. Bukan hanya sesaat.

Yeoja itu menyesal telah pulang ke rumah. Ia mengira dengan pulang ia akan mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Ternyata tidak, ia harus mendapat kenyataan bahwa ia akan di jodohkan. Sungguh ingin rasanya ia segera pergi dari rumahnya. Ia merasa bahwa sekarang bukan saatnya memikirkan masalah berumah tangga apalagi masalah cinta-cintaan. Tidak ada jalan lain kecuali ia harus pulang ke apartement nya untuk menenangkan diri.

“Eomma, appa.. Aku akan pulang ke apartemen ku. Gomapsumida atas makan malam nya. Aku permisi dulu,” kata Hyumi sesopan mungkin pada orang tuanya.

“Kau mau kemana sayang? Tidak jadi menginap?” tanya Nyonya Go.

“Anii, aku rasa aku harus menenangkan diri dulu.”

****

‘Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak ingin di jodohkan. Aku masih tidak mengerti dengan perasaanku terhadap Onew oppa. Sungguh appa keterlaluan. Apa perjodohan itu tidak bisa di undur. Aku belum siap.’ Batin Hyumi.

Yeoja itu berjalan tak tentu arah, hingga ia samapi di apartemen nya. Ia menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Mungkin saja ini hanya mimpi. Hyumipun mencoba untuk tertidur. Namun matanya terasa sulit untuk di pejamkan.

Entah apa yang terlintas di pikirannya. Ia mencoba untuk kabur.

Disisi lain.

“Onew hyung,” panggil Taemin.

“Ne?”

“Apa kau menyetujui usul ajhussi untuk bertunangan dengan Hyumi?” tanya Taemin sepelan mungkin.

“Emm, bagaimana ya? Aku memang menyukai Hyumi tapi kurasa aku akan menolak perjodohan ini, karena kurasa terlalu cepat bagi kami untuk memulai suatu ikatan,” jawab Onew, bijak.

Taemin berusaha keras untuk mencerna jawaban Onew, ia bilang ia menyukai Hyumi? Tidak akan ada lagi celah untuk Taemin di hati Hyumi. Yeoja itu pasti sudah menyetujui perjodohan ini. Taemin hanya bisa menunggui takdir. Takdir yang harus dia jalani. Kebahagiaannya yang akan sirna karena tidak bisa melihat yeoja yang ia cintai itu.

Namja itu beranjak ke kamarnya meninggalkan Onew sendiri yang kebingungan melihat dongsaengnya yang seperti kehilangan semangat. Onew tau Taemin menyukai Hyumi. Ia lebih memilih membatalkan perjodohan ini hanya untuk bisa melihat Taemin bahagia. Tapi Tuan Lee tidak mau mendengarkannya. Karena Tuan Lee tidak menyukai Taemin. Beliau hanya menganggap Taemin itu seperti parasit penggangu yang harus segera di singkirkan.

****

Hari ini Taemin pergi dari apartemen pagi-pagi sekali. Onew heran ketika membuka pintu kamar Taemin di dapatinya namja itu sudah tidak ada. Onew pun mengecek kalender. Hari ini adalah tepat 2 tahun kematian orang tuanya. Onew hanya tersenyum simpul, tumben Taemin hanya pergi sendiri. Mungkin iya tidak ingin di ganggu, pikir Onew.

‘Toko bunga sudah, makanan sudah, emmm apalagi ya?’ pikir Taemin.

Namun tiba-tiba mata namja itu tidak bisa berkedip ketika di depannya sudah ada Hyumi. Yeoja yang akhir-akhir ini menggangu pikirannya. Taemin hendak pura-pura tidak melihat Hyumi. Ia melengos pergi meninggalkan Hyumi yang sedari tadi mematung di depan Taemin. Yang sukses memmbuat yeoja itu kebingungan akibat ulah Taemin. Hyumi pun mulai mengikuti Taemin karena ia pernasaran Taemin kemana dengan barang bawaan seperti itu. Apakah ia akan berkencen dengan seorang yeoja? Karena Hyumi lihat namja itu membawa 2 bucket bunga di tangannya.

“Ya! Taemin-ah, kau mau kemana?” tanya Hyumi setelah mensejajarkan langkahnya dengan Taemin.

“Bukan urusanmu.” jawab Taemin ketus.

“Aiisss Taemin. Aku ini sahabat mu bukan musuh mu.”

“Lalu apa hubungannya dengan ku?”

“Kau marah pada ku Taem?” tanya Hyumi hati-hati.

“Anii.”

“Lalu kau kenapa? Ayooolah cerita pada ku. Kalau tidak aku akan mengikutimu hari ini,” ancam Hyumi.

Hyumi mendengus kesal kearah Taemin. Ia sungguh tidak mengerti mengapa Taemin bersikap seperti itu padanya. Apa mungkin ia sudah tau tentang perjodohan antara Hyumi dengan Onew. Lalu apa masalahnya? Pertanyaan itu terus berkecamuk di pikiran Hyumi. Namun yeoja itu tetap mengikuti Taemin. Sampai Taemin mau berbicara lagi dengannya.

Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah pemakaman. Hyumi mengernyit kan dahi tanda tak mengerti. Sedangkan Taemin terus berjalan kearah nisan yang terletak tak jauh dari pintu masuk. Terdapat dua nisan yang ia bersihkan dan berikan bucket bunganya. Hyumi hendak membantu tapi ia urungkan mengingat Taemin yang masih marah padanya.

“Kau tau kan, ini privasi ku. Kenapa kau lancang sekali Hyumi-ya!” bentak Taemin setelah mereka keluar dari pemakaman itu.

Jedeerr… Hyumi tersentak akan kata-kata Taemin yang begitu pedas itu. Entah kenapa ia bisa merasakan kesedihan yang dialami Taemin akhir-akhir ini. Kenapa ia baru menyadarinya? Menyadari bahwa ia telah salah.

“Jewosonghamida Taemin. Aku tidak bermaksud,” pasrah Hyumi dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Sekarang, semua kebahagiaan ku telah hilang. Aku mengharapkan kebahagiaan dari seorang yeoja tapi yeoja itu lebih memilih saudara ku sendiri.”

Hyumi semakin tersentak akan ucapan Taemin. Ia tidak mengerti, kebahagiaan Taemin. Saudara? Apakah ia tidak senang dengan perjodohan antara Hyumi dengan Onew.

“Taemin. Apa maksud mu?” tanya Hyumi.

Seketika langkah Taemin terhenti, ia kemudian berbalik dan dilihatnya yeoja yang ada di belakangnya memasang tampang polos tak mengerti apa maksud dari kata-kata Taemin. Taeminpun mengulurkan tangannya merengkuh tubuh kecil Hyumi perlahan. Hyumi yang sedari tadi tak mengerti makin di buat bingung oleh kelakuan Taemin.

“Saranghae.” Hanya kata-kata itu yang mampu di ucapkan Taemin mengingat betapa besarnya rasa cintanya pada Hyumi yang selama ini ia pendam.

Hyumi berusaha mencerna kata-kata Taemin. ‘Saranghae’. Kata-kata yang selalu berkelebat di otaknya. memaksa yeoja itu berterus terang akan apa yang selama ini ia rasakan pada Taemin.

“Na..do…” ucap Hyumi sambil terisak.

Taemin terkejut. Hyumi membalas cintanya? Benarkah? Tapi bagaimana dengan Onew. Bagaimana dengan perjodohannya?

“Lalu bagaiman dengan perjodohan mu dengan Onew hyung? Bagaimana bisa?” tanya Taemin tidak percaya.

“Aku mencintai mu Taemin-ah. Sejak pertama kita bertemu. Aku pikir perasaanku ini hanya sayang terhadap saudara seperti yang aku rasakan pada Onew oppa. Ternyata aku salah. Rasa sayang ku pada mu berbeda terhadap yang aku rasakan pada Onew oppa.” hyumi menarik napas perlahan.” Kau tau betapa sakitnya aku karena akhir-akhir ini kau terus menghindari ku. Makanya aku mengikuti mu hari ini. Aku dengar dari Onew oppa kau akan pergi ke pemakaman orang tua mu.”

Taemin hanya bisa tersenyum mengingat kebaikan Onew yang sudah membiarkanya mencintai yeoja manis yang ada di depannya ini. Ia berjanji akan menjaga yeoja ini sekuat yang ia mampu.

Onew yang melihat kejadian itu dari kejauhan hanya bisa tersenyum. Ia merelakan yeoja yang ia cintai bersama dongsaengnya. Karena ia tau dari pertama Hyumi memang sudah di takdirkan untuk Taemin. Dan urusan dengan keluarga mereka biarlah Onew yang menyelesaikannya.

*****

6 years Later

Seorang yeoja manis dengan berbalut gaun pengantin yang cantik mulai memasuki altar chapel tempat pernikahannya dengan seorang namja tampan akan segera berlangsung. Namja itu, Lee Taemin dengan setia menunggu calon pengantinya Go Hyumi hingga yeoja itu sampai.

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh pasangan ini. Kalau bukan berkat Onew mereka tak mungkin bisa mengadakan pernikahan yang awalnya sempat di tentang orang tua. Namun akhirnya orang tua mereka mengerti bahwa perasaan tidak bisa di paksakan.

Pemberkatan pun selesai saatnya mempelai pria mencium mempelai wanita dihadapan tamu undangan. Seketika sorak sorai tamu undangan membahana karena Taemin mencium bibir Hyumi perlahan. Menyapu setiap inci bibir merah Hyumi yang sukses membuat yeoja itu mengelaukan semburat merah di pipinya.

Hari itu adalah hari terbahagia bagi pasangan Taemin dan Hyumi.

END

Hoooyaaaa….
End nich…
ceritanya kesannya terburu-buru lagi ga kayag di ff rainy rainbow?
Coment is still need😀

2 thoughts on “[FF SHINee] Happiness”

  1. Onew oppa~~ dirimu baik sekali… sini dengan aku aja😉
    Taemin ma Hyumi nikah😀 chukae🙂

Give me an Oxygen ~

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s