[FF SHINee] Rainy Rainbow

Annyeong chingudeul🙂

Aku datang dengan ff romance sekarang (y) ..

Ini udah awal bulan kelarnya. Tapi berhubung ff Naughy SHINee baru aja kelar..

Jadi baru deh aku share yang ini…

Hope chingu enjoy ama ff ku yang super duper aneh ini…

Oke happy reading😀

Rainy Rainbow

Author               :  Lee Yutaem aka Gecx Dhiie’Ara

Main Cast          :  Lee Taemin, Yoon Shera(OC)

Support cast    :  Lee Jinki aka Onew, Kim Jonghyun, Kim Kibum aka Key, Choi Minho, Lee Donghae ( Suju ) as Taemin and Jinki appa

Leght                  : Oneshoot

Genre                 : Friendship, romance

Rating                : G

Author POV

Rintik hujan mulai membasahi bumi, padahal musim panas sudah berlalu beberapa minggu yang lalu. Seorang yeoja yang sedang duduk termenung memandangi hujan yang tak tahu kapan akan berhenti. Yeoja itu menguap perlahan, bosan memandangi hujan yang membuatnya semakin terlerut kedalam lamunan tak berujung.

Yeoja itu, Yoon Shera. Yeoja ceria dan terlihat seperti anak kecil di umurnya yang mulai menginjak kepala dua. Setiap orang yang melihat pasti mengira yeoja itu masih bersekolah di sekolah menengah.

Hari ini Shera tidak ada kerjaan, ia termenung di kamarnya. Sehingga ia hanya memandang langit yang terus-menerus menumpahkan air yang tak kunjung habisnya..

“Noona!” Teriak seseorang dari luar.

“Siapa? Aku tidak menerima tamu hari ini,” jawab Shera malas.

Braaak. Pintu flat Shera terbuka lebar. Terlihat di sana seorang namja imut, dengan rambut yang di cat berwarna merah menyala, dengan potongan mirip jamur memakai seragam sekolah menyeruak masuk ke dalam flat kecil milik Shera. Shera hanya mengerenyitkan dahi. Selalu saja namja ini yang datang, batin Shera.

“Shera noona, kenapa noona hari ini tidak bekerja? Kasihan Onew hyung sendiri yang mengurusi toko,” kata namja itu.

“Aku sedang malas Taemin-ah,” jawab Shera sekenanya.

“Aissh.. Gara-gara hujan lagi? Kalau seminggu bahkan sampai berbulan-bulan, anii bertahun-tahun hujan. Apakah noona akan terus bermalas-malasan?” cerca namja yang bernama Taemin itu.

Shera hanya bisa mendengus perlahan. Ia memandang namja di depannya itu lekat-lekat. Dan…

“Ne, ne… Aku akan ke toko sekarang. Suruh saja hyung kesayangan mu itu istirahat.”

****

Shera POV

Sejak kapan Taemin menjadi secerewet itu. Apa dia tertular penyakitnya Key? Mereka kan lumayan dekat. Bisa saja kan? Aiss Shera kau tidak boleh berfikir seperti itu. Sekarang masalahnya adalah bagaimana caranya aku pergi. Malas sekali kalau harus keluar rumah dalam keadaan hujan seperti ini. Yah, ku akui aku benci hujan. Sangat benci malahan. Hujan selalu mengingatkan ku pada kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Jangan tanya mengapa karena aku tak mau menjelaskannya.

Akupun keluar dari tempat persembunyian ku emm maksudku flat kecil ku. Ku lihat Taemin dengan setia menunggu di depan pintu. Senyumnya yang manis itu bisa saja membuatku kehilangan akal sehat ku, bagaimana tidak. Yah aku akui aku menyukai namja yang lebih muda dariku ini. Tapi, perasaan tidak memandang umur bukan? Jadi apapun yang ia katakan, aku pasti menurutinya. Bisa dilihat seperti sekarang, walaupun di luar sedang hujan sekalipun.

“Noona, ayolah. Bersemangat sedikit. Walaupun langit mendung dan sedang hujan tapi bayangkan dalam dirimu ada pelangi yang indah dan cantik. Seperti noona, ” katanya memberi semangat.

Wajahku tiba-tiba memanas, sejak kapan Taemin menjadi namja gombal? Apa dia belajar dari Jonghyun oppa? Aiss lagi-lagi Taemin membuatku menggeleng tak mengerti akan sifat dan sikap anak ini.

“Noona, kau kenapa? Wajahmu memerah? Kau sakit?” tanyanya lagi.

“Ah aniyo, aku baik-baik saja Taemin-ah. Ayo cepat, mumpung hujan sudah mulai reda,” ajak ku.

****

“Akhirnya kau datang juga Shera-ya. Jinki-ah kau bisa beristirahat sekarang,” ujar Donghae ajusshi, appanya Jinki dan Taemin.

Aku belum cerita ya? Aku bekerja di toko buah milik keluarga Lee Donghae ajusshi. Anaknya Lee Jinki atau lebih dikenal dengan nama bekennya, Onew. Namja itu sedang kuliah tingkat akhir. Padahal jadwal kuliahnya lumayan padat, tapi masih bisa membantu Donghae ajusshi di toko. Sedangkan adiknya Onew, Lee Taemin adalah namja yang cantik. Tadi sudah aku ceritakan bukan. Jadi aku tidak mau membahasnya terlalu banyak. Aku tidak mau mimisan.

Taemin pun beranjak dari toko naik ke lantai dua tokonya ini. Yah, ini toko sekaligus rumah bagi keluarga Lee. Donghae ajusshi kembali keruangannya. Sibuk dengan urusan kiriman barang yang datang dan keluar dari toko. Aku hanya bertugas sebagai kasir disini. Dengan gaji yang tak seberapa. Lumayan lah untuk menambah uang jajan.

Akupun mulai mengecek persediaan, bersih-bersih dan lain sebagainya. Ku lihat Taemin sudah turun dari lantai dua dan hendak menuju dapur. Dengan kaus v-neck nya dan celana pendeknya ia terlihat keren untuk ukuran anak rumahan. Aku sepertinya semakin memujanya.

­***

Fyuuuh akhirnya hari ini selesai juga pekerjaan ku di toko. Hujanpun sudah berhenti, sepertinya ia lelah.. Hahahahahaha ada-ada saja kau Shera. Sudah dari bebrapa jam yang lalu tidak kulihat batang hidungnya Taemin. Tadi aku lihat ia keluar bersama Jonghyun oppa, Key dan Minho. Akh aku merindukannya! Padahal kami  setiap hari bertemu. Taemin-ah, apa kau ada perasaan yang sama sepertiku?

Setelah mengucapkan salam pada Donghae ajusshi akupun keluar dari toko. Angin semilir masuk ke tengkuk ku. Udara sehabis hujan memang dingin. Untung aku membawa jaket dan syal.

“Shera. Ya ! Yoon Shera….”

Aku pun menghentikan langkahku ketika seseorang menyebut namaku.

“Mau kuantar?” kulirik sekilas ku lihat Onew oppa sudah di samping ku.

“Ne? Tidak usah oppa. Aku bisa sendiri,” jawab ku sedikit ketus.

“Shera-ya, cara bicaramu memang seperti ini yah? Pantas saja Taemin selalu mengeluh,” kata Onew polos.

“Maksud oppa?”

“Hahahahahaha… Ne, Taemin selalu menceritakan tentang mu. Shera noona baik lah, Shera noona si jutek dan ketus, Shera noona si ceria nan manis, masih banyak yang ia ceritakan.”

“Jinja oppa? Taemin bicara yang tidak-tidak. Awas saja kau besok,” jawab Shera asal padahal dalam hati ia sedang kegirangan.

“Aku tahu dari tatapan mata kalian itu saling menyukai. Tapi kalian masih malu-malu. Ah anak muda yang sedang jatuh cinta,” Onew meledek.

Aku hanya bisa mengerucutkan bibirku. Tak bisa mengelak karena aku memang berharap agar Taemin bisa menyadari perasaannya seperti hyung nya. Kami lalu bercerita tentang banyak hal di sepanjang perjalanan. Kami tertawa bersama, rasanya menyenangkan mempunyai seorang oppa yang dewasa seperti Onew.

Tak terasa sudah sampai di depan flat ku. Aku berterimakasih pada Onew oppa yang sudah mengantar dan kemudian melambaikan tangan dan masuk kedalam.

End of Shera POV

***

Author POV

Beberapa orang namja -Jonghyun, Key, Minho dan Taemin- sedang asik bercengkrama satu sama lain. Tak terasa mereka berjalan melewati flat milik Shera. Taemin memicingkan mata melihat pemandangan didepannya. Hyungnya, Onew sedang asik tertawa bersama Shera. Yeoja yang akhir-akhir ini mulai mengacaukan pikirannya.

Bukankah Onew hyung tau aku suka Shera? Apa yang mereka lakukan? Tertawa bersama? Apa mereka berpacaran? Banyak pertanyaan bertengger di kepala Taemin yang imut (?) itu.

“Ottokhae? Apa yang harus aku lakukan? Andwae! ” teriak Taemin frustasi.

“Kau kenapa Taem? ” tanya Key yang terkejut melihat kelakuan dongsaengnya itu.

“Ah, anniyo hyung. Aku baik-baik saja,” jawab Taemin cepat.

****

Keesokan harinya Shera datang ke toko dengan ceria, seperti matahari yang bersinar dengan cerah. Ia sudah bertekad untuk menyatakan cintanya hari ini pada Taemin. Apapun jawaban yang Taemin  berikan ia sudah terima dengan lapang dada.

Namun sesampainya di toko Donghae ajusshi….

“Bilang saja kalau hyung menyukainya? Apa susahnya siih?” bentak Taemin pada Onew.

“Yang kau lihat kemarin itu tidak seperti yang kau pikirkan Taemin.”

“Aaaah, apa peduli ku!” bentak Taemin makin kencang hingga Shera pun mendengarnya.

Taemin pun keluar dari toko, ia melihat Shera yang tertegun melihat keadaan Taemin yang seperti itu. Taemin hanya bisa melengos dan peergi berlalu. Meninggalkan Shera yang membatu tak bergerak sedikitpun.

Onew yang melihat keadaan Shera pun kaget dan langsung menarik tangan Shera, menbiarkan yeoja itu mencerna apa yang telah terjadi.

“Oppa, apa kalian bertengkar gara-gara…. aku?” tanya Shera pelan.

Onew hanya diam dan Shera mengartikan iya sebagai jawabannya.

“Wae oppa? Kenapa Taemin seperti itu?” tanya Shera lebih keras.

Onew pun menceritakan semua pada Shera. Taemin mengira hyung nya menyukai Shera. Taemin termakan cemburu buta tanpa mau tau penjelasan dari hyungnya.

“Heeeh,” Onew menghela nafas, “Ia sungguh masih sangat kekanak-kanakan.”

“Coba kau yang menjelaskan padanya Shera. Oppa sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi. Apalagi appa, beliau sudah tua untuk mengurusi namja labil seperti Taemin,” jelas Onew.

****

Shera terus berusaha mendekati Taemin dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi namun sepertinya Taemin tidak mau mendengarkan apa yang Shera jelaskan. Seberapapun kerasnya ia berusaha selama itu Taemin akan diam. Taemin yang labil itu terkesan cuek dan seperti nampeun namja. Membuat Donghae ajusshi sakit-sakitan memikirkan keadaan Taemin yang seperti itu.

“Taemin aku ingin bicara, dengarkan aku.”

“Kau mau bicara apa lagi?”

“Mana Taemin yang selama ini aku kenal? Kau harus tau aku menyukai Taemin yang dulu, yang aku sayang. Tapi kurasa sekarang Taemin itu sudah tidak ada lagi. Siapa yang akan menjadi pelangiku setelah hujan reda di sini,” Shera menunjuk hatinya. “Disini sakit melihat kau yang seperti ini Taemin-ah.”

“Apa maksudmu noona?” tanya Taemin dengan tatapan yang teduh.

“Aku menyayangi mu Taemin-ah. Kau jangan seperti ini. Kau tidak tahu betapa sakitnya aku selama ini karena sifatmu?” mata Shera mulai berkaca-kaca.

“Jadi noona dan hyungku tidak berpacaran? Kau tidak sayang pada hyung ku?” tanya Taemin memastikan.

“Aku menyayangi hyung mu,” jawab Shera yang membuat senyuman di bibir Taemin menghilang.

“Dengarkan aku dulu Taemin. Aku menyayangi Onew oppa hanya sebatas sayang dari adik ke kakak. Tidak lebih.” jawab Shera hati-hati karena takut menyinggung Taemin.

Taemin yang mendengarkan ucapan Shera hanya bisa terdiam. Shera semakin merasa bersalah. Mungkin Taemin makin membencinya sekarang. Namun tiba-tiba…..

CUP

Taemin mengecup kening Shera sekilas. Shera terkejut dengan perlakuan Taemin padanya dan pipinya mulai memanas. Taemin terkekeh perlahan. Namja itu perlahan merengkuh tubuh Shera yang kecil kedalam pelukan nya.

“Saranghae noona,” kata Taemin dengan tegas dan lembut.

“Nado Taemin-ah….”

Taemin pun mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Shera. Shera yang tau hal apa yang Taemin akan lakukan mulai menutup mata.

“Hwaaaa… Mianhae aku tidak sengaja, silahkan kalian lanjutkan.” kata Minho yang membuat semua orang berteriak tidak jelas. Karena saling dorong dan tindih satu sama lain. Di sana tidak hanya ada Minho tapi Onew, Jonghyun, Key, dan Donghaae Ajusshi pun mengintip apa yang Taemin dan Shera lakukan.

“KALIAN !!!!! @##^$&^%%^#$%^R%*&$^&%^&%%%!!!!!!! “

FIN

 

Bagaimana kah? Endingnya terkesan buru-buru yah? Mian FF pertama tentang cinta-cintaan. Aku ga begitu bisa buat yang romantis.. hehehe..

Coment en like sangat diharapkan..

Gomawo bagi yang udah mau baca ff gaje ku ini😀

1 thought on “[FF SHINee] Rainy Rainbow”

  1. aigo, Minho kau mengganggu saja. hha😀
    cieee, Taemin bisa labil juga :p

Give me an Oxygen ~

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s